Tepat pada tahun 2008 kelulusan saya di Min Banyuurip (Sekrang namanya MIN 8 Boyolali) Alhamdulillah Allah taala izinkan saya lulus dari sekolah ini dan rasa ingin mondok akhirnya tambah lagi. Apakah kemudian langsung masuk pondok seperti kakak yg ke-4? Tidak.. karna banyak pertimbangan klo ikut di pondok yg saat itu kakak ke 4 di sana..
Baik dr segi finansial (Klo ini orang tua mungkin akan banting tulang mencarikannya) tapi ada hal yg lebih penting yaitu kemandirian..
Ingin agar anak mandiri tapi kemudian digabungkan/disatu sekolahkan dengan kakaknya saya rasa kurang tepat. Maka orang tua saya dan kakak yg lainnya memberikan tawaran ke pondok lainnya agar sikap kemandirian semakin besar. Ketika itu kembali lagi kakak ipar saya yg mencoba mencari-cari informasi terkait pondok pesantren. Ketika itu internet blom terlalu gencar beliau mencari di majalah-majalah islam yg tatakala itu memang sedang populer-populernya.. baik majalah as-sunnah, al-Furqon, Qiblati, dll. Dr sanalah beliau mencari informasi tentang pondok-pondok salaf. Walhasil beliau menawarkan 2 pondok..
1. Pondok Al-I'tishom (Yogyakarta)
2. Pondok Ibnu Abbas As-salafy (Sragen)
Awalnya saya memilih pilihan no. 1, pasalnya dikasih tau nanti makan harus mencari kayu bakar dulu di hutan baru bisa masak, dll
Bukannya takut malah ketika itu pandangan saya wah seru nih.. dan pengen ke situ..
Akan tetapi kakak saya no. 2 memberikan masukan dan saran..
Nanti klo di jogja agak sudah dek transportasinya. Jaraknya klo mau nengok2 juga jauh..
Akhirnya daftarlah ke Ma'had Ibnu Abbas Sragen.
Ketika pertama kali diajak ke PPIA (Ponpes Ibnu Abbas) saya merasakan kesederhanaan yg ada.. kantor ketika itu hanya berukuran 3×5 kurang lebih.. yg sekrang ini menjadi R. Keamanan.. SPP awal masuk kurang lebih 250 an (bayangkan sekrang SPP 500. Dari tahun 2008 - 2022 kira2 berapa selisihnya? Silahkan dijawab sendiri ☺️) tapi gedung asrama ketika itu sudah mulai dibangun tingkat.. Uang dr mana? Wallahu alam..
Pendaftaran saya lalui sampai pada tahap pengumuman. Di sini ada hal yg perlu kita perhatikan. Support keluarga sangatlah penting sampai-sampai ketika waktu awal masuk pondok nenek, kakek, dan saudara2 lainnya menyewa mobil untuk mengantarkan ke pondok. Bukti klo mereka senang ada dr keluarganya mondok di pesantren. Perlu menunjukkan bahwa kita ini senang ketika anak kita masuk ke pesantren. Karna dengan aura positif dr keluarga memberikan tambahan suportr untuk bekal jiwa dalam menghadapi sesuatu.
Sampai di sini dulu Muqoddimahin masuk pesantren 😅
Tunggu part selanjutnya..
Foto tahun 2014 sudah lumayan bagus pondoknya

Komentar
Posting Komentar