Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Semakin digembleng semakin kuat.. ini masih soal Mondok

Ketika itu klo tidak salah kelas 3 MSW(setara SMP) dalam pelajaran Nahwu dengan guru kami Al-Ustadz Al-Walid Hasan Basri Hafidzahullah taala. Beliau memberikan sebuah nasehat dengan kalimat yg singkat tapi serat dengan makna. Yaitu, “Jadilah seperti per apabila ia semakin ditekan maka daya dorong semakin kuat” Artinya adalah bahwa masalah/problem yg menimpa kita tidak lah menjadikan kita lemah daya dorongnya tapi akan semakin kuat untuk melontarkan suatu hal yg ingin dilontarkan dengan per tersebut.

Ini bukan cerita mondok.. Tapi soal pondok..

6 tahun di Pondok ditambah 1 tahun pengabdian apakah lama? Kalo mau dihitung2 tidaklah lama.. yg menjadikan lama dan berat adalah kita sendiri.. Waktu mau bagaimana pun akan berjalan tanpa bisa kita paksa berhenti. Yg perlu adalah dinikmati dan diisi dengan yg menjadikan hati terasa ringan tanpa paksaan dan tanpa tekanan. Orang akan bilang yahh itu mah enak dilisan.. nyatanya anak saya ngk betah di pondok..

Mondok lagi mondok lagi...

Rasa syukur yg luar biasa memang bisa masuk ke PP Ibnu Abbas As-salafy Sragen ini. Terhitung saya adalah alumni ke-3 di Pondok ini (Setelah resmi adanya KBM formal). Dan memang PPIA tergolong masih muda dan masih sedikit santri dan gurunya.. Beberapa guru kami ketika awal masuk:

Lanjut lagi tentang mondok

Tepat pada tahun 2008 kelulusan saya di Min Banyuurip (Sekrang namanya MIN 8 Boyolali) Alhamdulillah Allah taala izinkan saya lulus dari sekolah ini dan rasa ingin mondok akhirnya tambah lagi. Apakah kemudian langsung masuk pondok seperti kakak yg ke-4? Tidak.. karna banyak pertimbangan klo ikut di pondok yg saat itu kakak ke 4 di sana..  Baik dr segi finansial (Klo ini orang tua mungkin akan banting tulang mencarikannya) tapi ada hal yg lebih penting yaitu kemandirian..

Saya dan Pondok Pesantren

Sekali lagi patut saya syukuri bahwa keluarga saya termasuk yg memperhatikan nilai-nilai agama dan salah satunya adalah dengan memasukkan anak-anaknya di pondok pesantren. Kakak yg pertama, di pondokan di Pondok Muhammadiyah + Sekolah formal

Bicara tentang Pondok dan Pola Asuh Yang Saya Rasakan...

Alhamdulillah keluarga saya termasuk keluarga yg menjunjung tinggi nilai agama. Ibu dulu pernah mengenyam pendidikan di Pondok Langitan, Tuban Jawa Timur dan dari titik inilah rasa ingin mondok sudah tertanam dari semenjak SD.